Rıskı Ramadhan
29 Maret 2018•Update: 29 Maret 2018
Adel Omeragic, Sanela Crnovrsanin, Esma Ben Said
PODGORICA, Montenegro/VALETTA, Malta
Pemerintah Montenegro mengumumkan akan mengusir seorang diplomat Rusia terkait peracunan mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya di Inggris, Rabu.
Menurut pernyataan tertulis pemerintah Montenegro, diplomat yang bertugas di Kedutaan Besar Rusia di Podgorica itu telah diminta untuk meninggalkan negara tersebut dalam waktu tujuh hari.
“Montenegro mengambil keputusan tersebut untuk menunjukkan solidaritas terhadap sekutu. Keputusan itu diambil dalam kerangka tindakan yang diambil NATO dan Uni Eropa terhadap kegiatan Rusia dan serangan gas saraf yang dikecam pemerintah kami” kata pernyataan tersebut.
Pemerintah juga menyatakan telah menarik persetujuan terhadap kegiatan beroperasi konsulat kehormatan Rusia di Montenegro.
Malta panggil Duta Besar untuk Moskow
Sementara itu, Malta dilaporkan telah memanggil Duta Besarnya untuk Moskow, Carmel Brincat untuk konsultasi politik terkait serangan Salisbury.
"Berkaitan dengan serangan Salisbury, pemerintah Malta menunjukkan solidaritas penuh dengan Inggris dalam menghadapi tantangan serius terhadap keamanan bersama kami. Pemerintah Malta mengecam keras serangan Salisbury," tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri dan Pengembangan Perdagangan Malta.
Menurut pernyataan tersebut, Malta mengikuti penilaian Inggris bahwa Rusia bertanggung jawab atas insiden tersebut.
"Karena itu, pemerintah Malta telah memutuskan untuk memanggil kembali Duta Besar Moskow Brincat untuk konsultasi politik," tambah pernyataan tersebut.
Beberapa negara anggota NATO dan Uni Eropa, yang menganggap Rusia berada di balik peracunan mantan agen Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia, terus menunjukkan reaksi terhadap pemerintah Moskow dengan mengusir diplomat-diplomat Rusia.