Ankara
Ali Cura
MOSKOW
Sejumlah laporan menunjukkan bahwa pasukan Rusia telah menguji beberapa sistem senjata baru di Suriah, dalam bentrokan langsung pertama di luar perbatasannya dalam tujuh tahun.
Rusia mengintervensi konflik pada September 2015, mendukung rezim Bashar al-Assad dengan dalih memerangi Daesh.
Rezim dan sekutunya sekarang menguasai lebih dari separuh negara - 109.136 kilometer persegi dari 185.180 kilometer persegi - dengan dua pangkalan militer Rusia di kota pelabuhan Tartus dan kota timur laut Hmeimim.
Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, total 34 pesawat tempur dan 16 helikopter di pangkalan udara Hmeimim aktif mengambil bagian dalam operasi militer di seluruh Suriah di bawah layanan 63.012 personel militer, termasuk 25.738 perwira dan 434 jenderal.
Jet Rusia telah melancarkan lebih dari 39.000 serangan udara untuk mendukung rezim dan sekutunya. Kapal perangnya dikerahkan 189 kali.
Sistem pertahanan rudal S-300 dan S-400 Rusia juga ditempatkan di seluruh Suriah, khususnya di sekitar pangkalan Rusia.
Menurut laporan Kremlin, perang di Suriah telah menelan biaya lebih dari USD4 miliar dan mengakibatkan 112 korban di pihak Rusia. Tiga puluh sembilan tentara tewas ketika pesawat angkut An-26 jatuh dan 15 ketika pesawat tempur Il-20 jatuh.
Rusia juga kehilangan delapan pesawat, tujuh helikopter dan beberapa kendaraan lapis baja.
Rusia menguji 231 sistem senjata baru dan modern yang dikembangkannya, termasuk pesawat pembom strategis Tu-160, rudal jelajah pertahanan udara X-101, tank T-90 yang dimodernisasi, pesawat tempur Su-57 dan Su-35, helikopter Mi-28H, berbagai misil pertahanan udara jarak pendek dan menengah serta sistem artileri anti-pesawat Pantsir-S .
Perang Suriah juga menjadi saksi penggunaan pertama rudal jelajah angkatan laut Rusia, ditembakkan dari kapal perang di Laut Kaspia ke sasaran yang berada di dalam wilayah Suriah.
Presiden Rusia Vladimir Putin menjelaskan hal ini pada sesi tanya jawab 8 Juni 2018.
“Penggunaan angkatan bersenjata kami di medan perang adalah pengalaman yang unik, alat unik yang digunakan untuk meningkatkan angkatan bersenjata kita. Tidak ada jumlah latihan militer yang bisa dibandingkan dengan penggunaan kekuatan langsung dalam kondisi pertempuran. ”
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
