Maria Elisa Hospita
25 November 2019•Update: 26 November 2019
Mohammad Walid
BAGHDAD, Irak
Komando Operasi Gabungan Irak membantah melakukan kudeta militer.
Mereka menegaskan bahwa sejumlah akun media sosial milik Layanan Penanggulangan Terorisme (CTS) Irak telah diretas.
Pada Minggu, akun Facebook dan Twitter CTS mengumumkan bahwa kudeta sedang berlangsung.
"Kami menegaskan bahwa akun media sosial resmi CTS telah diretas oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab," kata Komando dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin.
Pimpinan CTS Talib Shaghati al-Kanani juga membantah laporan tentang kudeta militer itu.
"CTS telah dan akan selalu menjadi pelindung rakyat, sistem politik demokratis, sekaligus negara Irak dan institusi-institusinya," tegas al-Kanani.
Media sosial pemerintah Irak telah diretas beberapa kali sejak bulan lalu, ketika gelombang protes meletus di beberapa provinsi yang menentang praktik korupsi masif dan kondisi kehidupan yang buruk.
Menurut Komisi Hak Asasi Manusia Irak, setidaknya 340 warga Irak tewas dan sekitar 15.000 luka-luka sejak aksi protes dimulai pada 1 Oktober.
*Ahmed Asmar turut melaporkan dari Ankara