Rhany Chairunissa Rufinaldo
29 April 2020•Update: 29 April 2020
Gulsen Topcu
TRIPOLI
Pasukan pimpinan panglima perang Khalifa Haftar melakukan serangan roket di sebuah rumah sakit lapangan di ibu kota Libya pada Rabu pagi.
"Milisi menyerang rumah sakit yang terletak di jalan bandara di Tripoli selatan dengan setidaknya enam roket," kata pusat pers Operasi Gunung Api Kemarahan yang dipimpin oleh Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) dalam sebuah pernyataan.
Serangan itu menyebabkan kerusakan besar pada rumah sakit dan ambulans.
Pernyataan itu menambahkan bahwa milisi terus menargetkan rumah sakit dan petugas medis.
Dalam sebuah pesan video yang diunggah pada Senin, Haftar secara sepihak menyatakan dirinya sebagai penguasa Libya.
Dia menunjukkan unjuk rasa di jalan-jalan di daerah kekuasaannya, sekaligus mengklaim bahwa dia "menerima mandat rakyat Libya" untuk memerintah negara itu.
Haftar juga mengatakan bahwa perjanjian yang ditandatangani antara pihak-pihak yang bertikai di Libya di bawah naungan PBB sudah tidak berlaku lagi.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat persetujuan PBB dan internasional.