Maria Elisa Hospita
18 Agustus 2020•Update: 19 Agustus 2020
BERLIN
Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas krisis politik di Belarus via telepon.
Juru bicara Merkel, Steffen Seibert, mengatakan keduanya mendiskusikan situasi terkini di Belarus setelah pemilihan umum yang digelar pada 9 Agustus.
“Kanselir menekankan bahwa pemerintah Belarus harus menahan diri untuk menggunakan kekerasan dalam menghadapi demonstran yang berunjuk rasa secara damai, segera membebaskan tahanan politik, dan memulai dialog nasional dengan oposisi untuk mengatasi krisis,” ungkap dia.
Sebelumnya, beberapa negara anggota Uni Eropa menolak hasil pemilihan presiden Belarus, setelah puluhan ribu demonstran turun ke jalan menuntut pemilu ulang.
Pada Senin, pemimpin oposisi Svetlana Tikhanovskaya menyatakan siap untuk memimpin Belarus melewati masa transisi demi mengakhiri kerusuhan.
Alexander Lukashenko, yang telah memerintah Belarus selama 26 tahun, memenangkan pemilu dengan 80,1 persen suara.
Menurut Komisi Pemilihan Umum Belarus, pesaing utamanya, Tikhanovskaya, hanya meraup 10,12 persen suara.
Lukashenko menolak untuk mengadakan pemungutan suara ulang.
"Anda tidak akan melihat saya melakukan apa pun di bawah tekanan," tegas Lukashenko.