Muhammad Abdullah Azzam
17 Maret 2021•Update: 17 Maret 2021
Mehmet Hatipoglu
KOMOTINI, Yunani
Menteri Luar Negeri Yunani Nikos Dendias pada Selasa menyatakan bersedia untuk bertemu dengan sejawatnya dari Turki Mevlut Cavusoglu, tetapi dia mengatakan "itu harus dilakukan dalam iklim yang tepat."
Berbicara pada konferensi pers setelah bertemu dengan Menlu Palestina Riyad al-Maliki di ibu kota Yunani Athena, Dendias secara singkat menyinggung putaran baru pembicaraan eksploratif antara Turki dan Yunani.
Menlu Yunani Dendias mengatakan dirinya berharap pembicaraan itu akan mengarah pada menemukan kesamaan untuk menyelesaikan "satu-satunya sengketa bilateral" antara kedua negara.
“Dengan kata lain, penetapan Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen di Laut Aegea dan Mediterania Timur, sesuai dengan hukum internasional dan Konvensi Hukum Laut PBB,” ujar dia.
Dendias mencatat bahwa konsultasi politik antara Kementerian Luar Negeri Turki dan Yunani akan berlangsung di Athena pada Rabu.
"Pada titik ini saya ingin menambahkan - dan saya telah mengatakan ini di masa lalu - bahwa saya bersedia untuk bertemu dengan rekan dan teman Turki saya Mevlut Cavusoglu, tetapi agar pertemuan semacam itu bermanfaat, tentu saja, itu harus dilakukan dalam iklim yang tepat,” tambah dia.
Kedua negara sedang mencari solusi untuk masalah politik dan sengketa maritim terkait Laut Aegea dan Mediterania Timur.
Turki, yang memiliki garis pantai kontinental terpanjang di Mediterania Timur, menolak klaim batas maritim oleh Yunani dan otoritas Siprus Yunani, menekankan bahwa klaim mereka yang berlebihan melanggar hak kedaulatan Turki dan Siprus Turki.
Ankara tahun lalu mengirim beberapa kapal bor untuk mengeksplorasi energi di Mediterania Timur, menegaskan haknya di wilayah tersebut, serta milik Republik Turki Siprus Utara (TRNC).
Para pemimpin Turki telah berulang kali menekankan bahwa Ankara mendukung penyelesaian masalah yang luar biasa di kawasan itu melalui hukum internasional, hubungan bertetangga yang baik, dialog dan negosiasi.