Dunia

Menlu: Togo pentingkan kemitraan berdasarkan prinsip win-win

Pemahaman Togo tentang kemitraan berdasarkan fundamental ekonomi, ucap Menteri Luar Negeri Robert Dussey kepada Anadolu Agency

Fatma Esma Arslan   | 22.10.2021
Menlu: Togo pentingkan kemitraan berdasarkan prinsip win-win Menlu Togo Robert Dussey. (Foto file - Anadolu Agency)

LOME, Togo 

Togo mementingkan kemitraan berdasarkan prinsip win-win daripada pendekatan tradisional, ujar menteri luar negeri negara itu pada Kamis.

“Anda sudah tahu mitra tradisional kami. Hari ini, Togo mementingkan kemitraan berdasarkan prinsip win-win. Topik utama peta jalan 2020-2025 Presiden Faure Essozimna Gnassingbe adalah investasi,” kata Robert Dussey kepada Anadolu Agency setelah kunjungan presiden Turki ke negaranya.

Dussey mengatakan pemahaman Togo tentang kemitraan didasarkan pada fundamental ekonomi.

Dia mengatakan bahwa pemerintah Togo membuka kawasan industri pada bulan Juni dan taman ini terbuka untuk semua investor, termasuk investor Turki.

Menekankan Togo memiliki berbagai peluang bagi investor, dia mengatakan: "Togo mungkin negara kecil secara fisik, tetapi Pelabuhan Lome adalah satu-satunya pelabuhan di Teluk Guinea dengan kedalaman air alami. Perdagangan maritim dilakukan untuk banyak negara dari Pelabuhan Lome.”

Dia menekankan bahwa Pelabuhan Lome menjadi pelabuhan peti kemas yang paling berfungsi di Teluk Guinea tahun lalu, yang juga merupakan keuntungan bagi investor Turki.

Bidang investasi terpenting pertanian 

Menggarisbawahi bahwa mereka telah berhubungan dengan investor Turki dan kamar dagang kedua negara bekerja sama, Dussey mengatakan mereka akan menyelenggarakan Forum Bisnis Togo-Turki di Lome tahun depan.

“Sebagai pemerintah, pertanian adalah bidang investasi yang paling penting. Kami telah membuat kawasan pertanian khusus di seluruh wilayah Togo agar produk yang diperoleh dapat diolah. Kami menanam banyak produk, tetapi kami tidak dapat mengolahnya secara memadai,” kata dia seraya mengundang Investor Turki yang ingin berinvestasi di bidang pertanian ke Togo.

Dia mengatakan energi surya dan proyek infrastruktur juga menjadi prioritas utama negara.

Dia mengatakan Togo berada di titik koneksi transportasi udara.

“Tidak ada keraguan bahwa Turkish Airlines akan memulai penerbangan tahun depan, kedua negara telah menyepakati hal ini, hanya ada beberapa detail teknis,” kata Dussey.

Mengenai misi diplomatik, dia mengatakan Turki membuka kedutaannya di Lome pada 1 April, dan bahwa negaranya akan mendirikan kedutaannya di Ankara tahun depan.

Mengenai ancaman teror di kawasan, dia mengatakan Togo adalah negara yang sangat aman dan tidak ada ancaman teroris langsung saat ini.

“Ada masalah terorisme di Mali, Niger, dan Burkina Faso, serta sebagian Pantai Gading dan Benin. Kami berbagi wilayah yang sama dengan negara-negara ini, jadi kami harus melindungi diri kami sendiri,” ucap dia seraya menambahkan bahwa Gnassingbe ingin berperan aktif untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Pertarungan Turki melawan terorisme cukup berhasil dan menjadi contoh bagi Togo dan negara-negara di kawasan itu, tambah dia.

* Ditulis oleh Gozde Bayar

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın