Elena Teslova
18 Maret 2022•Update: 19 Maret 2022
MOSKOW
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Kamis mengatakan bahwa dia membahas krisis Ukraina pada pertemuan dengan sejawatnya dari Uni Emirat Arab (UEA) Abdullah bin Zayed Al Nahyan.
Lavrov mengatakan pada konferensi pers di Moskow setelah pertemuan itu bahwa dia memberi tahu Nahyan tentang tujuan dan target "operasi militer khusus Rusia di Ukraina."
"Saya memberi tahu rekan saya tentang langkah-langkah yang kami ambil untuk mengevakuasi warga sipil dari zona pertempuran dan mengirimkan bantuan kemanusiaan dari Rusia kepada penduduk di daerah yang dibebaskan.
"Sebuah peristiwa penting terjadi kemarin. Setelah hari-hari yang panjang ketika otoritas Ukraina tidak mau bekerja sama dalam evakuasi orang, 33.000 orang dapat meninggalkan Mariupol. Sebagian besar dari orang-orang itu memilih rute menuju Federasi Rusia," kata Lavrov.
Nahyan menyambut baik upaya perdamaian para aktor internasional dan mengatakan UEA mendukung penyelesaian awal krisis.
Dia mendesak para pihak untuk mencari solusi atas masalah kemanusiaan dan memberikan bantuan kemanusiaan untuk semua yang membutuhkan tanpa pengecualian.
“UEA yakin bahwa kedua belah pihak mampu mencapai solusi yang dapat diterima bersama. Dalam hal ini, negara UEA siap memberikan semua bantuan yang diperlukan kepada para pihak untuk mengurangi penderitaan dan mengakhiri konflik. Kami berharap gencatan senjata akan diumumkan dalam waktu dekat," ujar dia.
Nahyan juga mengatakan mereka membahas masalah energi dan ketahanan pangan dan menyentuh pengiriman hidrokarbon dan biji-bijian.