14 Juli 2023•Update: 18 Juli 2023
ANKARA
Kepala Penasihat Luar Negeri China Wang Yi pada Kamis melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan para menteri luar negeri Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Indonesia dan membahas kerja sama antara Beijing dan negara-negara anggota ASEAN.
“Pertemuan tersebut meninjau kemajuan kerja sama ASEAN-China dan membahas arah masa depannya, khususnya cara untuk memajukan Kemitraan Strategis Komprehensif ASEAN-China melalui implementasi Plan of Action 2021-2025 dan Annex-nya,” kata pernyataan dari sekretariat ASEAN.
“Pertemuan itu juga menjadi ajang untuk bertukar pandangan tentang isu-isu regional dan internasional yang menjadi kepentingan dan perhatian bersama,” tambah pernyataan itu.
Wang yang menjabat sebagai menlu China selama hampir satu dekade sebelum ditunjuk sebagai direktur Komisi Urusan Luar Negeri Komite Sentral Partai Komunis pada Januari kemarin, tiba di Jakarta untuk menghadiri serangkaian pertemuan di sela-sela KTT ASEAN.
China dan ASEAN harus mempercepat negosiasi mereka di Area Perdagangan Bebas (FTA) untuk meningkatkan perdagangan antara Beijing dan negara-negara anggota ASEAN, kata Wang pada Rabu.
Berbicara pada pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyambut Wang di Jakarta dan mengatakan Beijing telah menjadi mitra penting ASEAN selama tiga dekade terakhir.
“Secara ekonomi, kita menjadi mitra dagang terbesar dengan total perdagangan USD975 miliar,” kata Marsudi, menurut rilis dari Kementerian Luar Negeri Indonesia.
“China adalah sumber FDI terbesar ke-4 untuk ASEAN, senilai USD13,8 miliar pada tahun 2021,” tambah kemlu.
Indonesia, yang menjadi ketua ASEAN saat ini, menjadi tuan rumah pertemuan reguler para menlu ASEAN ke-56.
Menurut sebuah laporan media, Wang juga dijadwalkan akan bertemu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken di Jakarta.
Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi juga akan bertemu dengan menlu anggota ASEAN di Jakarta untuk membahas KTT khusus memperingati 50 tahun persahabatan mereka akhir tahun ini di Tokyo, kata seorang pejabat pemerintah Jepang seperti dikutip oleh Kyodo News yang berpusat di Tokyo.
Hayashi diperkirakan akan membahas situasi di Laut China Timur dan Selatan, termasuk aktivitas misil dan nuklir Korea Utara, dan bertemu dengan mitranya dari Korea Selatan di Jakarta.