Rhany Chairunissa Rufinaldo
04 Januari 2019•Update: 04 Januari 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Menteri Luar Negeri Mike Pompeo pada Kamis memperingatkan bahwa Amerika Serikat tidak akan tinggal diam menghadapi rencana Iran meluncurkan sejumlah objek ke luar angkasa.
Pompeo mengatakan teknologi yang rencananya akan digunakan Iran hampir sama dengan yang ditemukan di rudal balistik antarbenua, sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang berbagai bentuk penggunaannya.
"Peluncuran ini akan memajukan program misilnya. AS, Prancis, Inggris & Jerman telah menyatakan ini bertentangan dengan UNSCR 2231. Kami tidak akan tinggal diam sementara rezim itu mengancam keamanan internasional," cuit Pompeo di Twitter.
Iran berencana meluncurkan tiga wahana luar angkasa dalam beberapa bulan mendatang.
Resolusi PBB yang dikutip oleh Pompeo mendesak Iran untuk tidak melakukan kegiatan apa pun yang berkaitan dengan rudal balistik yang mampu mengirimkan muatan nuklir selama delapan tahun setelah pemberlakuan perjanjian nuklir.
Presiden AS Donald Trump secara sepihak keluar dari kesepakatan tersebut tahun lalu.
Dalam pernyataan resmi terpisah, Pompeo mengatakan Iran telah menguji coba rudal balistik jarak menengah yang mampu membawa sejumlah hulu ledak pada 1 Desember lalu.
"Amerika Serikat terus memperingatkan bahwa rudal balistik dan peluncuran SLV oleh rezim Iran memiliki efek destabilisasi di kawasan dan sekitarnya," ujarnya.
Pompeo juga mendesak Iran untuk mempertimbangkan kembali peluncuran objek ruang angkasa.
Dia memperingatkan bahwa jika tetap melakukannya, Teheran akan menghadapi isolasi ekonomi dan diplomatik yang lebih dalam.
Meskipun Iran menegaskan bahwa program antariksanya bersifat damai, para kritikus seperti Pompeo melihatnya sebagai program rudal tersembunyi.