Hajer M'tiri
09 Desember 2017•Update: 11 Desember 2017
Hajer M'tiri
PARIS
Proses pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem dinilai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson, dapat berlangsung hingga beberapa tahun.
Tillerson mengatakan bahwa proses seperti penentuan tempat, perencanaan dan pembangunan akan memakan waktu.
“Tidak akan terjadi tahun ini, kemungkinan tidak pada 2018 juga,” ujar dia.
Tillerson juga menyatakan bahwa pernyataan Trump pada Rabu lalu "tidak menentukan status akhir Yerusalem".
Menurut dia, perbatasan kota Yerusalem adalah satu hal yang perlu diputuskan dengan perundingan antara Israel dan Palestina.
Meskipun dihujani kecaman, Presiden AS Donald Trump akhirnya mengumumkan pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan menyatakan bakal memulai persiapan pemindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Perubahan dramatis dalam kebijakan AS memicu aksi protes di wilayah Palestina yang dijajah, Turki, Mesir, Yordania, Algeria, Irak, dan negara-negara Muslim lainnya.
Selama kampanyenya tahun lalu, Trump sempat berulang kali berjanji untuk memindahkan kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Yerusalem masih menjadi poros konflik Israel-Palestina, karena orang-orang Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina di masa yang akan datang.