Muhammad Abdullah Azzam
08 September 2020•Update: 09 September 2020
Sarp Ozer
ANKARA
Menteri Pertahanan Turki pada Senin telah bertemu dengan kepala Komite Militer NATO guna membahas perkembangan terbaru di Mediterania Timur.
Hulusi Akar dan Stuart Peach melakukan pertemuan di gedung Kementerian Pertahanan di ibu kota Ankara.
Keduanya membahas upaya untuk menindaklanjuti seruan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg untuk perundingan antara Turki dan Yunani di tengah meningkatnya ketegangan di Mediterania Timur.
Dalam pertemuan tersebut, Akar mengatakan bahwa Ankara menyambut baik seruan Stoltenberg untuk berdialog dan mengharapkan negara lain juga dapat membalas semangat aliansi NATO.
Pertemuan itu dilakukan setelah kepala NATO pada Jumat mengumumkan perundingan telah dimulai antara Turki dan Yunani untuk menyelesaikan ketegangan di Mediterania Timur.
Pada Kamis, Stoltenberg mengatakan bahwa Ankara dan Athena sepakat untuk mengadakan pembicaraan teknis di ranah NATO untuk mengurangi risiko insiden dan kecelakaan di Mediterania Timur, yang kemudian dibantah oleh pemerintah Yunani.
Yunani dan negara-negara lain mencoba untuk menguasai wilayah maritim Turki dan hak eksplorasi energi, meski tidak ada negara yang memiliki garis pantai yang lebih panjang di kawasan Mediterania.
Turki secara konsisten menentang upaya Yunani untuk mendeklarasikan zona ekonomi eksklusif yang sangat besar, melanggar kepentingan Turki.
Ankara juga mengatakan sumber energi di dekat pulau Siprus harus dibagi secara adil antara Republik Turki Siprus Utara (TRNC) - yang telah mengeluarkan lisensi perusahaan minyak negara Turki, Turkish Petroleum - dan pemerintahan Siprus Yunani di Siprus Selatan.
Dialog untuk berbagi sumber daya ini secara adil akan jadi win-win solution bagi semua pihak, kata otoritas Turki.