Dunia

Maskapai di Asia Pasifik rugi USD27,8 miliar akibat wabah Covid-19

Ini adalah penurunan penumpang paling besar setelah krisis keuangan 2008

Muhammad Nazarudin Latief   | 21.02.2020
Maskapai di Asia Pasifik rugi USD27,8 miliar akibat wabah Covid-19 Ilustrasi. (Foto file-Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA 

Maskapai penerbangan di wilayah Asia-Pasifik diperkirakan kehilangan pendapatan sekitar USD27,8 miliar tahun ini akibat wabah Covid-19, ujar International Air Transport Association (Asosiasi Transportasi Udara Internasional/IATA).

Menurut pernyataan asosiasi tersebut, diperkirakan terjadi penurunan jumlah penumpang hingga 13 persen dalam tahun. Ini, sebagian besar berasal dari China.

"Ini akan menjadi tahun yang sangat sulit bagi maskapai penerbangan," kata CEO IATA Alexandre de Juniac dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Channel News Asia, Jumat.

Menurut IATA, wabah Covid-19 ini akan sama seperti wabah SARS hampir dua dekade lalu,yaitu “ditandai oleh periode enam bulan dengan penurunan tajam diikuti oleh pemulihan yang sama cepatnya".

Penurunan penumpang yang drastis ini baru kembali terjadi sejak krisis keuangan 2008-2009, kata De Juniac.

Sementara maskapai penerbangan di pasar domestik China diperkirakan kehilangan pendapatan sekitar USD 12,8 miliar.

Operator di luar kawasan Asia-Pasifik diperkirakan akan menderita kerugian USD 1,5 miliar.

Ini akan membuat maskapai di seluruh dunia kehilangan pendapatan sekitar USD 29,3 miliar gara-gara Covid-19, kata IATA.

Namun jika virus menyebar lebih luas, maka dampak pada maskapai di daerah lain akan lebih besar, ujar IATA.

IATA sebelumnya memperkirakan maskapai penerbangan Asia-Pasifik akan mencatat pertumbuhan 4,8 persen tahun ini, tetapi kondisi sebaliknya yang terjadi, karena mereka berkontraksi 8,2 persen, kata dia.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın