Pizaro Gozali İdrus
29 November 2018•Update: 29 November 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad telah memperingatkan warga Malaysia untuk tidak menyalahgunakan kebebasan berbicara setelah kerusuhan di kuil Hindu di Selangor, lansir Bernama.
Berbicara di parlemen pada Kamis, Mahathir mengatakan pemerintah sementara menahan diri dari upaya membendung pers.
Menurut dia, kebebasan ini harus dilakukan secara bertanggung jawab penuh dan tidak untuk mengeksploitasi keadaan yang dapat menyebabkan perpecahan antar etnis.
"Hak dan kebebasan berbicara tidak berarti seseorang dapat mengatakan apa pun yang dianggap provokatif," tambah dia yang merespons pertanyaan anggota parlemen Malaysia terkait kerusuhan di kuil Hindu.
Selama insiden ini, 23 kendaraan dibakar dan sebuah mall mengalami kerusakan.
Seorang petugas pemadam kebakaran juga mengalami luka serius.
"Saya meminta semua pihak, baik di parlemen atau di muka umum, untuk berhati-hati ketika mengeluarkan pernyataan atau berbagi berita tentang insiden itu karena terlalu banyak berita hoaks dan tidak benar telah diedarkan,” terang Mahathir.
"Kepada politisi, organisasi non-pemerintah dan lainnya, jangan mencoba membuat situasi menjadi lebih suram," tambah dia.
Pemerintah Malaysia melaporkan telah menangkap sekitar 30 orang terkait kerusuhan ini.
Kerusuhan pecah di Malaysia saat dua kelompok terlibat bentrok yang dipicu perselisihan soal relokasi kuil Hindu di Selangor pada Senin.
Polisi menyatakan kejadian ini terjadi karena sejumlah warga Hindu tersinggung dengan langkah pengembang menyewa 50 pria Melayu untuk mengamankan proses pemindahan kuil.