Maria Elisa Hospita
17 April 2020•Update: 20 April 2020
Yusuf Ozcan
PARIS
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengkritik China dalam penanganan wabah virus korona pada Kamis.
"Jangan terlalu naif dengan menyebut penanganan pandemi di China jauh lebih baik dibanding negara-negara lainnya," kata dia kepada Financial Times, merujuk kepada minimnya informasi maupun kritik terhadap pemerintah di China.
Di sisi lain, Macron mengapresiasi negara-negara Uni Eropa yang meluncurkan dana darurat untuk mengatasi dampak ekonomi dari Covid-19.
Dia menekankan bahwa anggota UE yang lebih kaya perlu berbuat lebih banyak demi keberlangsungan hidup blok.
"Ini adalah masa-masa kritis. Uni Eropa membutugkan solidaritas dan bantuan dana jika ingin terus bertahan," kata dia lagi.
Prancis memberlakukan karantina wilayah sejak 11 Mei.
Sejauh ini, sebanyak 32.800 pasien Covid-19 di negara itu sudah dinyatakan pulih.
Virus korona, atau yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19 telah merenggut 144.221 nyawa dari 2,1 juta kasus yang dikonfirmasi di seluruh dunia.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Johns Hopkins University di Amerika Serikat, lebih dari 543.000 pasien di seluruh dunia sudah sembuh.
*Ditulis oleh Burak Dag