Maria Elisa Hospita
17 April 2020•Update: 20 April 2020
Sorwar Alam
ANKARA
Otoritas Wuhan di China merevisi data total kematian akibat virus korona di kota itu menjadi 3.869 jiwa atau meningkat 45 persen.
Jumlah kasus juga direvisi menjadi 50.333.
Pihak berwenang pun memberikan sejumlah alasan pengubahan data.
Salah satunya, beberapa pengidap Covid-19 meninggal dunia di rumah tanpa menjalani rawat inap atau belum sempat dinyatakan positif terjangkit virus itu.
Tak hanya itu, laporan kurang akurat karena tenaga kesehatan kewalahan menangani pasien saat puncak pandemi.
"Beberapa lembaga medis gagal melaporkan data mereka tepat waktu. Selain itu, data korban jiwa tidak lengkap ataupun salah," jelas otoritas dalam sebuah pernyataan.
Dengan revisi terbaru, total angka kematian di China menjadi 4.636.