Muhammad Nazarudin Latief
02 Desember 2018•Update: 02 Desember 2018
Yusuf Hatip
BRUSSELS
Pelaku kekerasan dalam demonstrasi yang sedang berlangsung di Paris akan dihukum, kata Presiden Prancis, Sabtu.
Berbicara selama konferensi pers KTT G20 di Buenos Aires, Emmanuel Macron mengatakan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas serangan terhadap petugas polisi dan perusakan monumen akan "bertanggung jawab atas tindakan mereka".
"Apa yang terjadi di Paris hari ini tidak ada hubungannya dengan ekspresi damai dari amarah yang sah," tambahnya.
Ribuan pengunjuk rasa "rompi kuning" berkumpul di Paris selama dua minggu terakhir untuk memprotes kenaikan harga bahan bakar Macron yang kontroversial.
Selama protes [ada Sabtu, rompi kuning memasuki Champs-Elysées Street, melemparkan batu dan botol ke polisi dan membakar barang-barang publik.
Presiden mengatakan dia tidak akan menerima kekerasan dan siap untuk menegosiasikan tuntutan yang sah dari para pengunjuk rasa.
Bertemu dengan putra mahkota Saudi
Dalam KTT G20 ini, Macron juga bertemu dengan Putara Mahkota Saudi Mohammad bin Salman. Dia mengatakan kepadanya "kami semua ingin mengungkapkan rincian pembunuhan Khashoggi".
Khashoggi, seorang wartawan Saudi yang bekerja untuk The Washington Post, tewas tak lama setelah dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Setelah berminggu-minggu mengatakan dia meninggalkan konsulat hidup-hidup, pemerintah Saudi kemudian mengakui dia terbunuh di sana, menyalahkan kematiannya pada sekelompok operasi Saudi yang jahat.
Pekan lalu, Perancis memberlakukan larangan perjalanan terhadap 18 warga Saudi atas dugaan keterlibatan mereka dalam pembunuhan Khashoggi.