Semra Orkan
24 Maret 2018•Update: 25 Maret 2018
Semra Orkan
ISTANBUL
Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Jumat berdiskusi soal operasi yang tengah berlangsung di Afrin bersama rekan Prancis Emmanuel Macron melalui telepon.
Sejak 20 Januari Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun di Afrin, Suriah, untuk membersihkan teroris YPG/PKK dan Daesh.
Erdogan menyatakan keresahannya atas pernyataan tak berdasar pada operasi kontra-teror, menurut sumber presiden.
Pada Februari, Macron mengatakan gencatan senjata 30 hari yang diadopsi di Suriah berlaku juga untuk operasi Turki di Afrin. Macron sekaligus mengingatkan Turki agar tak menjadikan operasi itu sebagai “alasan untuk menyerang Suriah”.
Erdogan mengatakan operasi tersebut bertujuan untuk menghapus ancaman teroris dan mengembalikan perdamaian bagi warga sipil di Afrin.
Kedua pemimpin juga berdiskusi persoalan bilateral dan regional, tambah sumber tersebut.
Menyoal Konferensi Tingkat Tinggi Turki-Uni Eropa di Varna, Bulgaria pada 26 Maret, Erdogan mengatakan Turki amat mementingkan relasinya dengan Uni Eropa dan keberlanjutan proses keanggotaan.
Selain itu, Erdogan juga mengucapkan belasungkawa kepada Macron atas penyanderaan mematikan di supermarket di Prancis selatan.