Muhammad Abdullah Azzam
21 Mei 2020•Update: 23 Mei 2020
Mucahit Aydemir
ANKARA
Rusia mengirim sedikitnya delapan pesawat tempur kepada komandan pemberontak Khalifa Haftar, kata Menteri Dalam Negeri Libya Fathi Bashagha.
Rusia mengirim sedikitnya enam pesawat tempur Mig-29 buatan Soviet dan dua pesawat tempur Sukhoi-24 dari pangkalan Khmeimim di Suriah ke Haftar, pemimpin milisi ilegal di Libya timur, kata Bashagha kepada Bloomberg.
Moskow belum mengomentari apa pun tentang hal ini.
Mengutip pernyataan kepala angkatan udara Haftar Saqr al-Jaroushi, Bloomberg melaporkan bahwa pasukan Haftar akan meluncurkan "kampanye udara terbesar dalam sejarah Libya dalam beberapa jam mendatang."
Menurut laporan tersebut, pasukan udara milisi Haftar akan meluncurkan operasi udara melawan target Turki di negara itu.
Sementara itu, tentara Libya pada Rabu telah menghancurkan lima sistem pertahanan udara jenis Pantsir buatan Rusia yang diberikan kepada Haftar oleh Uni Emirat Arab.
Pada awal pekan ini pasukan Libya juga telah merebut kembali pangkalan udara utama Al-Watiya dari milisi Haftar.
Haftar, pemimpin pasukan bersenjata ilegal di Libya timur, menargetkan pemerintah Libya selama lebih dari satu tahun, milisinya kerap melancarkan serangan terhadap warga sipil pada bulan Mei ini.
Sejak April 2019, pasukan Haftar menyerang Pemerintah Libya dan menewaskan 1.000 orang.
Menyusul penggulingan mendiang penguasa Muammar Khaddafi pada 2011, pemerintah Libya didirikan pada 2015 di bawah kesepakatan politik yang dipimpin PBB.