Maria Elisa Hospita
29 Juni 2018•Update: 29 Juni 2018
Cihad Nasr
TRIPOLI
Pasukan pimpinan Komandan Khalifa Haftar pada Kamis mengumumkan bahwa mereka telah sepenuhnya mengambil alih Kota Derna, benteng pertahanan militan terakhir di luar wilayah kekuasaan mereka di timur Libya.
Selama pidatonya di televisi Libya, Haftar berterima kasih pada warga atas dukungan mereka terhadap operasi militer yang dilancarkan oleh Tentara Nasional Libya pada 7 Mei untuk merebut kota itu dari milisi yang dikenal sebagai Pasukan Perlindungan Derna.
Haftar mengatakan, mereka juga telah mengamankan dua pelabuhan, Sidra dan Ras Lanuf, pada 21 Juni, di kawasan "bulan sabit minyak" Libya.
Kawasan strategis itu membentang dari wilayah Ras Lanuf di timur ke utara-tengah kota Sirte, hingga selatan distrik Jufra.
Kawasan tersebut menyumbang sekitar 80 persen dari total produksi minyak Libya, sehingga menjadi titik perebutan faksi-faksi politik yang bersaing.
Libya telah dirundung gejolak sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan tewasnya presiden Muammar Gaddafi setelah berkuasa selama lebih dari empat dekade.
Sejak itu, perpecahan politik negara itu telah melahirkan dua kursi kekuasaan yang saling bersaing - satu di Tobruk dan satu lagi di Tripoli - dan sejumlah kelompok milisi bersenjata lengkap.