ISTANBUL
Kepala Perusahaan Minyak Nasional Libya (NOC) memperingatkan dalam sebuah video bahwa ledakan dahsyat yang lebih buruk dari insiden di Beirut awal bulan ini sedang membayangi di pelabuhan Brega Libya.
Menurut Mustafa Sanallah, 25.000 ton gas amonia disimpan di pelabuhan, yang terletak 750 kilometer timur ibu kota Tripoli, di mana 20 hari lalu menjadi tempat penggunaan granat berpeluncur roket (RPG) dalam bentrokan antara dua faksi pasukan yang setia kepada Khalifa Haftar.
Mengingat gas bisa meledak jika terkena panas yang menyengat, Sanallah berpendapat pelabuhan tersebut berisiko tinggi mengalami ledakan dahsyat.
“Sangat mungkin ledakan Beirut akan terulang di Brega, Ras Lanuf dan Sidra [pelabuhan],” tutur Sanallah menambahkan jumlah bahan peledak di sana lebih besar dibandingkan dengan 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan Beirut yang menciptakan ledakan yang lebih dahsyat.
Pelabuhan yang berada di bawah kendali Haftar itu ditutup sejak Januari tahun ini.
Asumsi Sanallah adalah jika ledakan 2.750 ton amonium nitrat di pelabuhan Beirut menyebabkan ledakan yang menewaskan lebih dari 170 orang dan melukai lebih dari 6.000 orang lainnya serta menyebabkan kerugian properti senilai miliaran dolar, situasi di Libya bisa jadi sangat berbahaya dan jauh lebih buruk.
Sanallah mencatat bahwa insiden kebocoran gas amonia sebelumnya menyebabkan kematian banyak pekerja.
Gas amonia sama mematikannya dengan amonium nitrat.
Produksi amonium nitrat secara industri terjadi melalui reaksi gas amonia dengan asam nitrat pekat. Karena gas amonia atau amonium nitrat dapat dengan mudah meledak jika terkena panas, penting agar bahan tersebut disimpan di bawah pengawasan ketat dan dalam kondisi aman.
Sebelumnya, sejumlah kebocoran gas amoniak telah merenggut nyawa banyak orang dan melukai lainnya.
Pada Agustus 2013, kebocoran gas amonia cair dari gudang berpendingin di Shanghai, China menewaskan 15 orang dan melukai 26 orang.
Di India, setidaknya enam orang tewas dan lebih dari 150 lainnya terluka menyusul kebocoran gas amonia dari sebuah kapal tanker pada Juni 2015.
Demikian pula, ledakan di pabrik kimia Uralchem di kota Berezniki Rusia yang memproduksi gas amonia menewaskan 3 orang pada Mei 2019.
Sekitar 20 juta ton amonium nitrat diproduksi setiap tahun di seluruh dunia. Sementara tiga perempatnya digunakan untuk membuat pupuk, sisanya digunakan dalam industri pertambangan sebagai bahan peledak untuk meledakkan batu dan untuk memindahkan gundukan tanah.
Libya beruntung lolos dari bencana seperti Beirut
Dalam sebuah pernyataan, NOC mengatakan bentrokan antara dua faksi yang setia kepada Haftar terjadi di dekat pelabuhan Brega, tempat tangki minyak berada.
Menurut Sanallah, selain tangki minyak, 25.000 ton gas amonia juga disimpan di pelabuhan dan negara itu beruntung bisa lolos dari bencana yang bisa sembilan kali lebih buruk dari ledakan Beirut.
NOC mengutuk milisi Haftar atas "kurangnya tanggung jawab dan kurangnya disiplin militer dalam bentuk apa pun" yang dapat dengan mudah memusnahkan populasi di sekitarnya.
Kekhawatiran NOC adalah sah mengingat tujuh tangki minyak telah terkena RPG dalam bentrokan di pelabuhan Sidra - pelabuhan minyak terbesar di negara itu - antara pasukan saingan di negara itu yang menyebabkan kerugian senilai jutaan dolar.
Namun, ledakan pelabuhan Beirut mendalilkan bahwa amonium nitrat jauh lebih berbahaya daripada ledakan tangki minyak.
Mengapa melindungi kawasan bulan sabit minyak penting?
Kawasan bulan sabit minyak adalah wilayah yang membentang dari Ras Lanuf di timur negara itu ke kota Sirte di utara-tengah dan turun ke distrik Jufra selatan.
Wilayah ini menyumbang lebih dari 60 persen dari total produksi minyak Libya dan menjadi penyebab konflik di antara dua pasukan yang berjuang untuk menguasai negara.
Pasukan yang setia kepada Haftar telah mencegah ekspor minyak dari wilayah ini dan telah meminta dukungan dari tentara bayaran Janjaweed Sudan dan tentara bayaran Wagner Rusia untuk mencapai hal ini.
Langkah ini telah menyebabkan militerisasi wilayah strategis dan ekonomi penting ini mengubahnya menjadi medan pertempuran yang akan segera terjadi karena minyak merupakan sumber utama mata uang keras di Libya.
Fakta perang besar di wilayah tersebut akan segera terjadi dapat menyebabkan tragedi kemanusiaan dan ekonomi yang menghancurkan karena kemungkinan besar tangki minyak menjadi sasaran.
Oleh karena itu, tindakan pencegahan yang diperlukan harus diambil untuk menghindari skenario yang mirip dengan ledakan pelabuhan Beirut serta memastikan ekspor minyak yang merupakan tulang punggung ekonomi banyak rakyat Libya.
Sejauh ini, negosiasi internasional yang dipimpin oleh AS, Turki, dan Rusia telah berlangsung untuk mendemiliterisasi daerah yang membentang dari Sirte, 450 kilometer timur Tripoli, ke kota Ajdabiya, 850 kilometer timur Tripoli.
Keberhasilan perjanjian tersebut diharapkan dapat membuka jalan bagi dialog antara pihak-pihak yang bersaing untuk menemukan solusi politik untuk krisis dan penyelamatan Libya dari tragedi yang berpotensi lebih buruk daripada ledakan pelabuhan Beirut.
Pasukan Haftar membuktikan bahwa mereka tidak bertanggung jawab dengan saling menembakkan roket di dekat tangki minyak.
Oleh karena itu, keberadaan mereka di bulan sabit minyak tidak dapat disangkal menjadi penyebab kekhawatiran yang serius.
Tekanan internasional terhadap Haftar dan pasukannya untuk menarik diri dari wilayah tersebut sangat penting untuk menyelamatkan nyawa dan ekonomi warga Libya.
news_share_descriptionsubscription_contact
