Muhammad Abdullah Azzam
31 Juli 2019•Update: 31 Juli 2019
Adham Kako
ANKARA
Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah (SNHR) mengumumkan sebanyak 781 warga sipil tewas dalam serangan rezim Assad dan pendukungnya, Rusia terhadap permukiman di Zona De-eskalasi Idlib pada 26 April-27 Juli.
Laporan tersebut menyebutkan serangan udara dan darat oleh rezim Assad dan Rusia selama tiga bulan terakhir di wilayah Idlib dan sekitarnya menewaskan 781 warga sipil, termasuk di antaranya 140 wanita, 208 anak-anak.
Sebanyak 625 warga sipil, di antaranya 115 wanita dan 170 anak-anak tewas dalam serangan pasukan rezim.
Selain itu 156 warga sipil, di antaranya 25 wanita dan 38 anak-anak tewas akibat serangan-serangan Rusia.
SNHR menggambarkan serangan yang menelan setidaknya lima korban jiwa sebagai sebuah "pembantaian".
Dengan begitu jaringan tersebut menyebut rezim dan Rusia telah melakukan 33 kali "pembantaian" di Zona De-eskalasi Idlib dalam periode 3 bulan itu.
September lalu, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Namun, rezim Suriah secara konsisten melanggar ketentuan gencatan senjata dan kerap meluncurkan serangan di dalam zona de-eskalasi.
Zona de-eskalasi saat ini dihuni sekitar 4 juta warga sipil, termasuk ratusan ribu orang yang dipindahkan oleh pasukan rezim dari kota-kota di seluruh penjuru negara selama beberapa tahun terakhir.