KARACHI, Pakistan (AA)
Puluhan duta besar asing untuk Pakistan, termasuk Inggris dan Prancis, pada Selasa mendesak Islamabad untuk mengutuk perang Rusia terhadap Ukraina selama rapat khusus yang sedang berlangsung di Majelis Umum PBB.
Komunitas internasional “harus bekerja dalam solidaritas dan mendukung dan menjunjung tinggi tatanan internasional berbasis aturan di masa-masa ekstrem ini,” kata mereka dalam sebuah surat bersama untuk Pakistan.
Surat itu ditandatangani oleh duta besar Austria, Australia, Belgia, Bulgaria, Republik Ceko, Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Italia, Portugal, Polandia, Rumania, Spanyol, Swedia, Belanda, Jepang, Norwegia, Swiss, Inggris, dan delegasi Uni Eropa untuk Pakistan.
Sekitar 100 negara akan berpidato di Majelis Umum PBB, yang dijadwalkan untuk memberikan suara pada rancangan resolusi terkait Ukraina, sementara resolusi akan diambil pada Rabu, menurut sebuah pernyataan PBB.
Para dubes mengingat bahwa rancangan resolusi dipresentasikan di Dewan Keamanan PBB pada 25 Februari, yang diveto oleh Moskow, sementara China, India dan Uni Emirat Arab abstain.
Tiga anggota tetap dan delapan anggota tidak tetap mendukung resolusi tersebut.
“Kami menyesalkan jatuhnya korban jiwa dan penderitaan kemanusiaan karena warga sipil tak berdosa menjadi sasaran, negara merdeka dan berdaulat dan anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ungkap surat itu lebih lanjut.
"Ini tidak dapat diterima di Eropa, seperti di mana pun di dunia," ujar mereka.
Pakistan akan tetap netral
Mengutip seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Pakistan yang tidak disebutkan namanya, harian Inggris Dawn melaporkan Islamabad tidak akan “berpihak” siapa pun soal masalah Ukraina di sesi Majelis Umum PBB.
"Kami mendukung penyelesaian damai dan negosiasi (dari masalah ini)," kata pejabat itu.
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan melakukan kunjungan perdananya selama dua hari ke Moskow pekan lalu di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.