Muhammad Abdullah Azzam
17 Mei 2019•Update: 18 Mei 2019
Çağrı Koşak, Hacer Başer
KUWAIT
Ketua Parlemen Kuwait Marzouq al-Ghanim mengungkapkan wilayah Timur Tengah, khususnya Teluk Persia, berpotensi tinggi terjadi peperangan, melihat perkembangan terakhir antara Amerika Serikat, Iran dan negara-negara Teluk.
Dalam pernyataannya kepada para wartawan, al-Ghanim mengatakan pemerintah Kuwait tengah membahas persiapan untuk menghadapi situasi luar biasa terhadap setiap perkembangan yang akan terjadi.
“Parlemen telah mengadakan rapat rahasia sesuai dengan persetujuan mayoritas. Menteri Luar Negeri telah mempresentasikan selama satu setengah jam tentang betapa berbahayanya situasi tersebut," ujar al-Ghanim.
Al-Ghanim mengungkapkan Menlu telah menyimpulkan situasi politik terkini dengan menekankan pentingnya melakukan persiapan terhadap setiap kemungkinan.
"Kami percaya persiapan yang dilakukan pemerintah lebih baik dari sebelumnya," ungkap al-Ghanim.
Ketua Parlemen Kuwait menyatakan kemungkinan perang di wilayah itu tinggi, namun pihaknya berharap sebaliknya, perang tak akan pernah terjadi.
Al-Ghanim menekankan kepada semuanya untuk bertindak bijaksana dan bertanggung jawab terhadap kesulitan yang datang dari luar.