Dunia

Kunjungan turis China ke Thailand melambat pada libur Imlek

Selama festival Tahun Baru Imlek sekitar 1,01 juta turis asing diperkirakan masuk ke Thailand

Muhammad Nazarudın Latıef   | 16.01.2020
Kunjungan turis China ke Thailand melambat pada libur Imlek Ilustrasi: Matahari terbenam terlihat di Wat Arun, Bangkok, Thailand pada 15 November 2019. (Anton Raharjo - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Pertumbuhan kunjungan wisatawan asal Thailand diperkirakan akan melambat pada liburan Tahun Baru Imlek mendatang, ujar Tourism Authority of Thailand (TAT).

Selama festival Tahun Baru Imlek dari 24 hingga 30 Januari, sekitar 1,01 juta orang asing diperkirakan mengunjungi Thailand, naik 1,5 persen dibanding tahun lalu.

Mereka akan mendatangkan pendapatan sebesar 21,7 miliar baht atau sekitar Rp9,7 triliun dengan pertumbuhan 1,6 persen.

Untuk turis asal China, TAT memperkirakan akan kedatangan sekitar 312.000 pengunjung dengan pendapatan diperkirakan 8,4 miliar baht atau sekitar Rp3 triliun, meningkat 2 persen.

Gubernur TAT Yuthasak Supasorn mengatakan pertumbuhan akan terbatas karena perang dagang yang berkelanjutan dengan AS telah melemahkan yuan, sementara baht tetap kuat.

Hal ini akan menyebabkan turis asal China mungkin mencari tujuan yang memberi mereka nilai lebih baik.

Sebuah studi oleh Lembaga Penelitian Pariwisata Outbound Tiongkok menemukan bahwa setidaknya 7 juta pelancong Tiongkok akan merayakannya dengan melakukan perjalanan Tahun Baru ke luar negeri, naik 11 persen dari tahun lalu.

Salah satu faktor positif bagi wisatawan China adalah biaya visa-on-arrival hingga 30 April, kata Yuthasak, dikutip dari Bangkok Post.

Dia mengatakan lembaga terkait pariwisata sedang mempersiapkan skema stimulus baru untuk diajukan ke kabinet ekonomi pada 31 Januari, tetapi mereka belum mencapai kesepakatan.

Paket ini bertujuan untuk meningkatkan pasar internasional dan membantu mengimbangi dampak dari kenaikan baht pada segmen pariwisata.

Langkah-langkah yang mungkin dilakukan termasuk bebas visa masuk untuk dua kelompok wisata utama, China dan India.

Terlepas dari kebijakan visa, pemangku kepentingan pemerintah sedang mendiskusikan berbagai langkah seperti rencana untuk meningkatkan keamanan dan kepercayaan diri.

Yuthasak mengatakan adanya persaingan pariwisata yang sangat ketat, karena banyak negara ingin menarik volume yang lebih tinggi dari pasar potensial.

Misalnya, pemerintah Malaysia baru-baru ini menyetujui perjalanan bebas visa 15 hari untuk pengunjung China dan India sepanjang 2020.

Thailand juga waspada dengan wabah coronavirus di Wuhan, China tengah, yang telah mendorong Kementerian Kesehatan Masyarakat Tiongkok dan pejabat kesehatan setempat untuk memantau situasi secara menyeluruh.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan badan-badan di Thailand harus memonitor virus corona baru secara seksama karena masuknya wisatawan Tiongkok selama perayaan Tahun Baru Imlek, warga China pertama yang terinfeksi virus korona di luar daratan didiagnosis di Thailand.

TAT akan menyelenggarakan festival Imlek di beberapa provinsi, di antara Ratchaburi, Suphan Buri, Chon Buri, Nakhon Sawan, Chiang Mai, Udon Thani, Songkhla dan Phuket

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın