Dunia

Kremlin minta Armenia, Azerbaijan tahan diri di Karabakh

Pemimpin Rusia dan Turki dapat bertukar pandangan tentang situasi di sekitar Karabakh selama pertemuan Sochi pada hari Jumat, kata juru bicara

Jeyhun Aliyev   | 04.08.2022
Kremlin minta Armenia, Azerbaijan tahan diri di Karabakh Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. (Foto file - Anadolu Agency)

ANKARA 

Kremlin pada hari Kamis mengatakan prihatin dengan situasi baru-baru ini di wilayah Karabakh, menyerukan kepada Armenia dan Azerbaijan untuk menahan diri dan melaksanakan perjanjian tripartit.

Berbicara kepada wartawan di Moskow, juru bicara Dmitry Peskov mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitra Turki Recep Tayyip Erdogan dapat bertukar pandangan tentang situasi di sekitar Karabakh selama pertemuan di Sochi pada hari Jumat.

Putin dan Erdogan akan membahas situasi di Ukraina dan Suriah selama pertemuan, katanya juga.

Jadwal Putin belum termasuk kontak dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev di tengah eskalasi di Karabakh, menurut juru bicara Kremlin, tetapi "itu dapat diatur dengan cepat jika perlu."

Azerbaijan mengatakan pihaknya melancarkan operasi pembalasan pada Rabu terhadap pasukan Armenia di Karabakh setelah Armenia melepaskan tembakan dan membunuh seorang tentara Azerbaijan, menurut Kementerian Pertahanannya.

Kementerian Pertahanan Azerbaijan juga mengatakan pihaknya "mengambil langkah-langkah yang relevan" dan meluncurkan operasi balasan setelah pasukan Armenia mencoba merebut bukit Kirghgiz dan membangun posisi tempur baru.

"Sebagai hasil dari tindakan pembalasan 'Balas dendam' yang dilakukan oleh Unit Tentara Azerbaijan, puncak Girkhgiz, serta Saribaba di sepanjang punggung Karabakh di Kaukasus Kecil dan sejumlah ketinggian penting lainnya telah dikuasai," tambah mereka.

Secara terpisah, kementerian pada Kamis melaporkan "kontrol penuh atas situasi operasional" di wilayah tersebut.

Hubungan antara bekas republik Soviet di Armenia dan Azerbaijan telah tegang sejak 1991 ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, juga dikenal sebagai Karabakh Atas, sebuah wilayah yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan, dan tujuh wilayah yang berdekatan.

Bentrokan terbaru mereka terjadi pada September 2020, di mana Azerbaijan membebaskan beberapa kota dan hampir 300 pemukiman dan desa yang diduduki oleh Armenia selama hampir tiga dekade.

Kesepakatan yang ditengahi Rusia mengakhiri konflik intens selama 44 hari pada November 2020.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın