Maria Elisa Hospita
20 Agustus 2020•Update: 20 Agustus 2020
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Korea Selatan mengklaim bahwa setidaknya enam pesawat Rusia telah melanggar zona pertahanan udaranya.
Menurut Kantor Berita Yonhap, aktivitas udara militer Rusia mendorong Angkatan Udara Korsel untuk menanggapi dan mendorong mereka keluar dari Zona Identifikasi Pertahanan Udara Korea (KADIZ).
Militer Korsel menyebutkan dua pesawat pengebom Tu-95MS dan empat jet militer Rusia lainnya memasuki KADIZ dekat pulau paling timur di negara itu, Pulau Dokdo.
"Tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak Rusia tentang aktivitas udara itu," kata pejabat Korea Selatan.
Namun, Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan bahwa mereka menjalankan penerbangan seperti yang sudah diatur sebelumnya di atas perairan netral selama sekitar tujuh jam.
Pejabat Korea Selatan menambahkan pesawat tempur Rusia telah melanggar KADIZ setidaknya 20 kali sepanjang tahun lalu.
Zona Identifikasi Pertahanan Udara Korea bukan wilayah udara teritorial dan tidak terikat oleh hukum internasional. Namun, pesawat perang asing harus memberikan pemberitahuan sebelumnya untuk mencegah bentrokan.
Untuk menghindari bentrokan, sejak 2004, Korsel dan Rusia telah berdiskusi untuk membuat hotline militer antara angkatan udara keduanya, namun negosiasi itu mandek sejak November lalu.