Rhany Chairunissa Rufinaldo
18 Agustus 2020•Update: 19 Agustus 2020
ANKARA
Korea Selatan melaporkan 246 kasus Covid-19 baru pada Selasa, membuat pemerintah mempertimbangkan untuk kembali memberlakukan pembatasan ketat di kota-kota besar.
Menurut Kantor Berita Yonhap, infeksi baru itu terkait dengan aktivitas gereja-gereja di Ibu Kota Seoul, di mana 131 kasus dilaporkan selama 24 jam terakhir.
Otoritas kesehatan setempat mengatakan sejauh ini, pihaknya telah melakukan tes terhadap 2.500 jemaat gereja dan sekitar 15 persen dari mereka dinyatakan positif.
Korea Selatan menghadapi gelombang kedua wabah virus setelah negara itu melaporkan lebih dari 1.000 kasus selama lima hari terakhir.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea melaporkan bahwa dengan penambahan baru ini, jumlah total kasus di negara itu mencapai 15.761 dengan 306 kematian sejauh ini, menurut.
"Minggu ini akan menjadi titik kritis untuk memerangi virus negara itu karena infeksi kluster di wilayah ibu kota yang lebih besar berada di ambang penyebaran secara nasional," kata Wakil Menteri Kesehatan Kim Ganglip, seperti dikutip Yonhap.
Pemerintah juga telah memutuskan untuk menaikkan tingkat aturan jarak sosial di Seoul dan sekitarnya untuk menahan penyebaran virus.
“Situasi saat ini sangat gawat sehingga kami harus mempertimbangkan untuk mengadopsi langkah-langkah yang lebih keras (pencegahan infeksi),” kata Menteri Kesehatan Park Neung-hoo.
Park juga memperingatkan bahwa wabah baru bisa saja menyebar ke seluruh negeri.