Marıa Elısa Hospıta
13 Januari 2020•Update: 13 Januari 2020
James Tasamba
KIGALI, Rwanda
Korban tewas akibat serangan teror pekan lalu di sebuah pos militer di wilayah barat Niger telah bertambah menjadi 89 jiwa.
Lewat sebuah pernyataan yang dirilis usai rapat Dewan Keamanan Nasional yang dipimpin oleh Presiden Mahamadou Issoufou, dia mengatakan sebanyak 77 gerilyawan tewas.
Pada Kamis lalu, otoritas mengungkapkan bahwa gerilyawan telah membunuh 25 tentara dan melukai enam lainnya di Kota Chinagodrar, sekitar 11 kilometer dari perbatasan dengan Mali.
Sebagai penghormatan kepada para korban, masa berkabung nasional tiga hari akan mulai berlangsung pada Senin, di mana bendera akan diterbangkan setengah tiang.
Pemerintah juga meminta penduduk untuk waspada dan bersatu menghadapi terorisme.
Meskipun belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi kelompok-kelompok militan yang terafiliasi dengan al-Qaeda dan Daesh / ISIS diyakini sebagai dalang utama di balik serangan dekat Kota Inates yang menewaskan 71 tentara Niger pada Desember lalu.
Serangan terakhir terjadi beberapa hari jelang pertemuan antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan lima presiden dari wilayah Sahel di Prancis untuk membahas masalah keamanan.