İqbal Musyaffa
02 September 2019•Update: 02 September 2019
JAKARTA
Kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian membuat harga emas kian mengkilap dan melonjak.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan harga emas ini karena banyak masyarakat yang beralih untuk berinvestasi di emas karena dianggap relatif aman.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kenaikan harga emas ini juga menjadi salah satu faktor penyebab inflasi bulan Agustus yang tercatat sebesar 0,12 persen (mtm).
Menurut dia, emas termasuk ke dalam kelompok pengeluaran sandang yang mengalami inflasi 0,88 persen dengan andil terhadap inflasi Agustus sebesar 0,06 persen.
“Pada kelompok sandang, emas perhiasan memberikan andil inflasi yang dominan sebesar 0,05 persen karena mengikuti kenaikan harga emas di pasar internasional,” jelas Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Suhariyanto mengatakan harga emas mengalami kenaikan 3,98 persen dari bulan Juli lalu akibat ketidakpastian ekonomi global.
Suhariyanto mengatakan BPS mewaspadai pergerakan harga emas terhadap inflasi pada bulan-bulan berikutnya karena harga logam mulia ini kemungkinan masih akan mengalami peningkatan.