Rafiu Ajakale
03 Februari 2018•Update: 04 Februari 2018
Rafiu Ajakay
LAGOS, Nigeria
Nigeria telah menjatuhkan dua tuduhan korupsi terhadap kepala pengadilan etik negara tersebut karena menerima suap untuk membebaskan tersangka pada 2012 lalu.
Tuduhan itu dilaporkan oleh Jaksa Festus Keyamo, yang menyatakan hakim meminta suap sebesar USD33.000 dan juga menerima USD5.902 dari Rasheed Taiwo.
Hakim Danladi Umar sudah lama diinvestigasi oleh Komisi Keuangan Kriminal dan Ekonomi Nigeria (EFCC).
Dalam sebuah surat pada April 2016, lembaga anti-korupsi menklaim akan mengumumkan Umar atas kesalahan-kesalahannya dan meminta dia untuk mengundurkan diri dari pengadilan korupsi Presiden Senat Nigera Bukola Saraki.
Umar menolak segala tuduhan tersebut.
Namun EFCC pada Jumat telah melaporkan dua kasus suap terhadap Umar.
Pengadilan etik mengadili pejabat publik yang menyalahgunakan kekuasaan mereka.
Saraki, Presiden Senat Nigeria, akan kembali ke pengadilan etik awal bulan ini setelah pengadilan yang dipimpin Umar membebaskannya dari segala tuduhan.