Muhammad Abdullah Azzam
12 Februari 2021•Update: 12 Februari 2021
Walid Abdullah
TRIPOLI
Kepala Dewan Kepresidenan Libya yang baru terpilih Mohammad Menfi pada Kamis mengunjungi Benghazi, sebuah kota di bawah kendali panglima perang Khalifa Haftar, kata sumber diplomatik.
Menfi tiba di kota itu sekembalinya dari Yunani, kata sumber itu tanpa menyebut nama karena pembatasan berbicara kepada media.
"Kami memulai perjalanan demi bangsa, persatuan, dan keutuhan wilayah serta penyatuan kembali rakyat kami di seluruh Libya. Kami hari ini adalah tamu kota kami, Benghazi," kata Menfi dalam pernyataan pada Kamis.
"Tujuan kami adalah persatuan negara, rekonsiliasi sejati, dan kerja sama dengan semua orang untuk meringankan penderitaan warga. Kami meminta semua orang untuk memikul tanggung jawab mereka dan naik ke tingkat tantangan," tutur dia.
Pada kunjungan itu, Menfi juga melakukan pertemuan dengan Haftar, menurut keterangan tertulis dari kantor pers Haftar.
Dalam pertemuan tersebut, Haftar menyatakan dukungan untuk Dewan Kepresidenan yang baru dan Pemerintah Kesepakatan Nasional, yang menciptakan lingkungan dialog politik untuk penyatuan lembaga-lembaga politik di negara tersebut dan untuk pemilihan umum.
Sementara itu, Ketua Dewan Tinggi Negara Libya Khalid al-Mishri menolak dan mengutuk kunjungan Menfi ke "penjahat perang" Haftar.
"Kunjungan ini mengirimkan pesan negatif yang tidak ada hubungannya dengan memastikan kerukunan dan persatuan warga Libya setelah semua kehancuran dan tragedi yang disebabkan oleh Haftar," kata al-Mishri di media sosial.
Jumat lalu, kelompok politik saingan Libya setuju untuk membentuk pemerintahan persatuan sementara untuk memimpin negara itu hingga pemilihan Desember ini.
Mohammad Younes Menfi terpilih sebagai ketua Dewan Kepresidenan, dengan Al-Koni dan Al-Lafi sebagai anggotanya, sedangkan Abdul Hamid Dbeibeh terpilih sebagai perdana menteri.
Kunjungan Menfi ke Benghazi ini merupakan yang pertama setelah terpilih sebagai Ketua Dewan Kepresidenan.