Pizaro Gozali İdrus
25 April 2019•Update: 27 April 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Keluarga dua wartawan Reuters akan menyurati Presiden Myanmar U Win Myint untuk meninjau kembali hukuman setelah Mahkamah Agung menolak banding, lansir Frontier Myanmar pada Rabu.
U Khin Maung Zaw, pengacara dua wartawan Reuters, mengatakan upaya menyurati presiden adalah pilihan terbaik bagi keluarga agar hukuman itu ditinjau ulang.
Menurut Khin Maung Zaw, Presiden U Win Myint dapat mengeluarkan instruksi kepada jaksa agung jika dia meyakini putusan tersebut tidak adil.
“Pengampunan presiden adalah harapan terbaik untuk pembebasan kedua jurnalis," kata Khin Maung Zaw.
Dia mengatakan sedang bersiap untuk mengirim surat atas nama keluarga "sesegera mungkin" kepada presiden.
Ketika mendengar putusan Mahkamah Agung Selasa, istri Wa Lone dan Kyaw Soe Oo, yang menghadiri pengadilan, langsung menangis.
Mereka berharap setidaknya ada pengurangan hukuman bagi suaminya yang dianggap melanggar Undang-Undang Rahasia Negara.
Menurut Khin Maung Zaw, kliennya tidak ingin mengajukan banding khusus ke Mahkamah Agung.
"Dia ingin berhenti mengikuti jalur peradilan," ujar Khin Maung Zaw.
Wa Lone dan Kyaw Soe Oo telah menghabiskan lebih dari 16 bulan di tahanan sejak ditangkap pada Desember 2017 ketika sedang melakukan investigasi atas pembunuhan 10 pria dan anak laki-laki Muslim Rohingya.
Mereka ditahan di penjara Insein Yangon dan tidak menghadiri pengadilan untuk mendengarkan putusan Mahkamah Agung.
Wa Lone dan Kyaw Soe Oo masing-masing dijatuhi hukuman dengan tuduhan pelanggaran Undang-Undang Rahasia di Myanmar.