Marıa Elısa Hospıta
03 Januari 2020•Update: 06 Januari 2020
Karim El-Bar
LONDON
Sejumlah tokoh masyarakat merilis sebuah surat terbuka yang menyerukan agar Inggris bersatu.
Seruan itu disampaikan untuk mengakhiri perseteruan kelompok pro dan anti-Brexit yang telah berlangsung selama satu dekade.
Surat tersebut dirilis bertepatan dengan perayaan Tahun Baru dan ditandatangani oleh Matthew Elliott dan Will Straw, yang memimpin kampanye pro dan anti-Brexit dalam referendum 2016.
"Meskipun kita menyambut tahun dan dekade yang baru, masyarakat Inggris masih terpecah-belah karena kelas, geografis, politik, usia, ras, maupun agama," kata mereka.
"Jika kita tidak senang dengan keadaan masyarakat saat ini, maka kita harus melakukan sesuatu untuk mengubahnya. Kami mendesak warga Inggris untuk bergabung dengan kami membuat resolusi Tahun Baru demi Inggris yang lebih baik," tambah para tokoh masyarakat itu.
Resolusi yang tertera dalam surat itu adalah untuk menjangkau dan membangun kembali hubungan antarwarga Inggris.
Kepala Konfederasi Industri Inggris Carolyn Fairbairn, ketua GMB - serikat buruh tebesar ketiga di Inggris - Tim Roache, Ketua Dewan Penasihat Nasional Masjid Imam Qari Asim, Uskup Nick Baines, ketua Asosiasi Olimpiade dan Paralimpiade Inggris, serta ketua Festival Glastonbury turut menandatangani surat terbuka tersebut.
Surat itu menggaungkan semangat yang sama dengan pesan Tahun Baru dari Perdana Menteri Boris Johnson setelah pemilihan umum 12 Desember 2019, yang dimenangkannya di bawah slogan "Selesaikan Brexit Segera".