Kecelakaan kapal di Pulau Kreta tewaskan 14 imigran
Dalam pernyataannya, kementerian menyebutkan pihaknya tengah menindaklanjuti insiden tenggelamnya kapal migrasi ilegal yang berangkat dari salah satu negara tetangga Mesir menuju Yunani pada 7 Desember 2025.
ISTANBUL
Sedikitnya 14 warga Mesir tewas setelah sebuah kapal migrasi ilegal tenggelam di dekat pelabuhan Pulau Kreta, Yunani, demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Mesir pada Selasa.
Dalam pernyataannya, kementerian menyebutkan pihaknya tengah menindaklanjuti insiden tenggelamnya kapal migrasi ilegal yang berangkat dari salah satu negara tetangga Mesir menuju Yunani pada 7 Desember 2025.
Kapal tersebut mengangkut 34 migran ilegal dari berbagai kewarganegaraan, termasuk 14 warga negara Mesir yang dilaporkan meninggal dunia, kata kementerian.
Kementerian menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas Yunani untuk memberikan seluruh bantuan yang memungkinkan kepada para penyintas, serta mempercepat proses pemulangan jenazah para korban warga Mesir.
Menyebut peristiwa tersebut sebagai “tragedi,” kementerian mengimbau warga Mesir agar “tidak terjerat jaringan migrasi ilegal,” demi melindungi keselamatan jiwa dan mencegah terulangnya kejadian serupa yang menyakitkan.
Para migran ilegal diketahui menggunakan Libya dan sejumlah negara tetangga lainnya sebagai jalur untuk mencapai Pulau Kreta, yang menjadi salah satu pintu masuk ke Uni Eropa.
Pada awal Juli lalu, pemerintah Yunani memutuskan untuk menangguhkan pengajuan permohonan suaka, khususnya bagi para pendatang yang tiba di Kreta dari Libya.
Mesir menyatakan telah mencegah keberangkatan kapal-kapal migrasi ilegal menuju Eropa sejak 2016. Namun demikian, para migran ilegal asal Mesir umumnya memanfaatkan Libya sebagai jalur transit.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
