Hayati Nupus
JAKARTA
Indonesia telah mengirim 26 personil menggunakan Kapal Nasional (KN) Belut Laut 4805 untuk mencari korban tabrakan kapal tanker Indonesia Kartika Segara dengan kapal keruk Dominikan JBB DE RONG 19 di sekitar perairan Singapura.
Sebanyak 23 personil berasal dari TNI Angkatan Laut, sementara 3 orang lainnya adalah tim investigator dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Kita akan mengecek juga adakah tumpahan minyak di laut. Sekarang mereka menuju lokasi kejadian,” ujar Direktur Operasional Badan Keamanan Laut RI Laksma TNI Rahmat Eko Raharjo kepada Anadolu Agency, Rabu.
Kapal keruk terbalik saat tabrakan terjadi pada Rabu, pukul 00.40 waktu setempat.
Polisi air Singapura (PCG) telah menyelamatkan 7 warga negara Tionghoa dari dalam kapal keruk dan mengevakuasi mereka ke rumah sakit. Sementara korban lainnya, 4 warga Tiongkok dan 1 orang warga negara Malaysia, masih dalam proses pencarian.
Busur kanan kapal tanker rusak, namun masih bisa berlabuh di Eastern Anchorage. Sejumlah 26 kru kapal tanker selamat. Sementara Kapal keruk yang terendam air telah dievakuasi ke dekat Pulau Senang.
Saat tabrakan di sekitar 1,7 mil laut selatan-barat Pulau Sisters itu terjadi, kapal keruk tengah melintasi jalur barat sementara kapal tanker berangkat menuju jalur timur dari Singapura.
Tabrakan ini tak mengganggu lalu lintas pengiriman di Selat Singapura.
Saat ini Otoritas Singapura tengah melanjutkan pencarian korban dan menyelidiki penyebab kejadian.
news_share_descriptionsubscription_contact
