Busra Nur Cakmak
25 September 2025•Update: 25 September 2025
ANKARA
Investigasi di Kanada menemukan bahwa TikTok, platform media sosial dengan ratusan ribu pengguna di bawah umur di negara tersebut, gagal menegakkan batasan usia secara efektif dan mengumpulkan sejumlah besar data pribadi sensitif dari anak-anak.
Pemerintah Kanada menerbitkan laporannya tentang TikTok di tengah perdebatan yang sedang berlangsung di AS mengenai apakah aplikasi tersebut harus dijual atau dilarang karena masalah keamanan data.
Menurut laporan tersebut, praktik perusahaan dalam mengumpulkan dan menggunakan data pribadi untuk menentukan konten dan iklan yang dipersonalisasi diperiksa untuk memastikan kepatuhannya terhadap undang-undang privasi Kanada.
Laporan tersebut mencatat bahwa ratusan ribu warga negara Kanada di bawah umur menggunakan platform tersebut dan menyoroti kurangnya tindakan TikTok untuk menegakkan larangan provinsi atas akses bagi anak-anak di bawah usia 13 tahun.
"Akibat langkah-langkah jaminan usia TikTok yang tidak memadai, perusahaan tersebut mengumpulkan informasi pribadi dari banyak anak-anak Kanada, termasuk informasi yang dianggap sensitif oleh kantor tersebut," demikian menurut laporan itu.
Laporan tersebut lebih lanjut mengungkapkan bahwa TikTok mengumpulkan data biometrik seperti informasi wajah dan suara. Meskipun sekitar 500.000 pengguna di bawah umur diblokir setiap tahun, kelemahan dalam mekanisme verifikasi usia menyebabkan banyak anak tidak terdeteksi.