Maria Elisa Hospita
20 Februari 2018•Update: 20 Februari 2018
Viola Fahmi
KAIRO
Otoritas Mesir membuka jalur perlintasan Rafah yang menghubungkan Semenanjung Sinai mesir dengan Jalur Gaza yang diblokade agar warga Palestina yang telantar di Mesir dapat pulang ke Gaza, kata pejabat Mesir, Senin.
"Jalur ini hanya dibuka selama satu hari dan untuk satu arah saja [dari Mesir ke Gaza]," jelas Otoritas Penyeberangan dan Perbatasan Gaza lewat sebuah pernyataan.
Kedutaan Besar Palestina di Kairo mengatakan, otoritas Mesir telah sepakat untuk memulangkan warga Palestina yang singgah di Bandar Udara Kairo.
"Staf kedutaan akan mengatur proses repratriasi yang aman bagi warga Palestina," ujar kedubes.
Kedubes Palestina pada Minggu mengumumkan pembentukan sebuah "komite krisis" yang bertanggung jawab untuk mengurus repatriasi warga Palestina ke Gaza yang telantar di bandara sejak 9 Februari.
Jalur Gaza yang telah menderita di bawah blokade darat, laut, dan udara Israel sejak 2007, memiliki tujuh jalur penyeberangan yang menghubungkannya dengan dunia luar.
Enam di antaranya dikendalikan oleh Israel, sementara yang ketujuh, Jalur Rafah, dikendalikan oleh Mesir, yang menutupnya sejak mantan presiden Mohamed Morsi digulingkan dalam kudeta militer 2013.
Israel menutup empat jalur penyeberangan komersial dengan Gaza pada pertengahan 2007 setelah kelompok Hamas menduduki jalur pantai dari Otoritas Palestina yang berbasis di Tepi Barat.