Rhany Chairunissa Rufinaldo
22 November 2018•Update: 23 November 2018
Rauf Maltas
SANLIURFA, Turki
Siswa dari dua sekolah menengah pertama di bagian tenggara Turki menjual buah untuk mengumpulkan dana bantuan untuk orang-orang Gaza.
Dalam proyek gabungan yang diluncurkan oleh pengurus sekolah dan Yayasan Bantuan Kemanusiaan yang berbasis di Istanbul (IHH), anak-anak di Sanliurfa mengorbankan waktu istirahat mereka untuk mengumpulkan dana bagi warga Gaza di Palestina.
Behcet Atilla, koordinator regional IHH di Anatolia tenggara, mengatakan kepada wartawan bahwa tujuan proyek tersebut adalah mengumpulkan dana untuk Gaza serta meningkatkan kesadaran tentang kesulitan masyarakat Gaza kepada para siswa sekolah.
"Saya membeli apel ini untuk membantu Gaza. Semoga Allah membantu mereka. Saya pikir bantuan saya akan menolong mereka, bahkan jika dengan hanya satu apel," kata siswa kelas lima Yusuf Cakmak.
Menurut laporan, sekitar 80 persen warga Gaza bergantung pada bantuan internasional untuk bertahan hidup, sementara 40 persennya hidup di bawah garis kemiskinan.
Israel pertama kali memberlakukan blokade di Gaza pada 2006 setelah gerakan perlawanan Hamas, yang mendukung perlawanan bersenjata terhadap Israel, menyapu pemungutan suara legislatif Palestina.
Tahun berikutnya, Israel meningkatkan blokadenya setelah Hamas merebut seluruh jalur Gaza - yang masih berkuasa hingga saat ini - dari faksi Palestina saingannya, Fatah.
Hingga saat ini, blokade itu telah melumpuhkan perekonomian Gaza dan merampas komoditas pokok dari dua juta penduduknya.