Muhammad Abdullah Azzam
27 Juli 2018•Update: 27 Juli 2018
Mehmet Hatipoğlu
ATHENA
Jumlah korban tewas akibat kebakaran hutan di dekat Athena, ibu kota Yunani, bertambah menjadi 83 orang, menurut Kementerian Kesehatan Yunani, Kamis.
Kementerian melaporkan bahwa korban tewas bertambah menjadi 83 jiwa setelah seorang berusia 73 tahun yang terluka akibat kebakaran di distrik Mati dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Athena KAT, meninggal dunia.
Menurut laporan dari berbagai media di Yunani, jumlah korban tewas diperkirakan dapat bertambah lebih banyak lagi.
Sebanyak 11 dari 60 orang yang terluka akibat kebakaran di daerah Rafina dan Mati, dilaporkan tengah berada dalam kondisi kritis, kini mereka tengah mendapatkan penanganan medis di enam rumah sakit di wilayah Attica.
Pihak berwenang mengungkapkan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan di wilayah tersebut masih terus berlanjut, diperkirakan lebih dari 100 orang hilang akibat peristiwa itu.
Wali Kota Pendelli, Dimitris Stergiou, mengatakan bahwa kebakaran yang menyebabkan 83 orang tewas dan melukai lebih dari 150 orang lainnya itu disebabkan oleh putusnya kabel energi milik Perusahaan Listrik Yunani (DEH) di Gunung Pendelli.
Dalam sebuah siaran di radio swasta, Stergiou mengatakan bahwa dirinya adalah orang pertama yang pergi ke Gunung Pendelli pada awal kejadian kebakaran.
"Di sana saya melihat kabel listrik DEH terhampar di tanah dalam keadaan rusak. Saya percaya bahwa api berasal dari sana," ujar dia.
Stergiou menjelaskan bahwa api menyebar ke lingkungan sekitar dalam waktu singkat.
"Kebakaran itu meledak seperti bom atom. Awalnya kami memperkirakan bahwa api akan mengarah ke daerah Dionisos. Namun, ketika angin berubah arah, kebakaran itu tak terkendali," ujar Stergiou.
Di sisi lain, operasi menaklukkan kebakaran besar kini sedang dilakukan, dengan lebih dari 600 personil pemadam kebakaran dan 300 mesin di hutan-hutan pinus.
Sementara itu, kebakaran hebat lain di timur laut Attica memaksa otoritas lokal mengevakuasi kamp-kamp musim panas, dan ratusan orang diminta untuk meninggalkan rumah mereka.
Negara tersebut juga menyatakan berduka atas banyaknya korban tewas, dan memasang bendera setengah tiang di gedung parlemen.
Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras telah mengumumkan tiga hari berkabung nasional.
Tsipras diketahui memperpendek kunjungannya ke Bosnia-Herzegovina dan kembali ke Athena karena insiden ini.