Chandni
15 Desember 2017•Update: 16 Desember 2017
ATHENA
Aksi mogok selama 24 jam melumpuhkan Yunani pada Kamis setelah ribuan karyawan memprotes kebijakan penghematan yang terus berlangsung dan menolak sejumlah langkah-langkah baru.
Dua serikat buruh terbesar Yunani, GSEE dan ADEDY, berjalan dari lapangan Klathmonos dan bergabung dengan kelompok buruh PAME yang didukung oleh Partai Komunis Yunani.
Demonstran membawa spanduk bertuliskan "Kemiskinan, Pajak, Pengangguran" dalam aksi unjuk rasa di Parlemen, yang sedang merundingkan anggaran 2018.
Massa berkumpul di Athena memprotes apa yang menurut mereka adalah penindasan oleh kreditur Eropa dan internasional, serta pengkhianatan oleh pemerintah Yunani yang 2014 silam mengumbar-umbar janji manis
Christos Delis, 35 tahun, mengatakan dia menganggur sejak 2014. Dia menyerukan kata "pembohong" ketika berjalan ke Parlemen.
"Kami menolak kebijakan-kebijakan ini, cukup sudah. Kami capai dan menderita," kata dia.
Sistem transportasi umum juga mati total karena staf perusahaan kereta, tram dan bus turut ikut serta berunjuk rasa. Kapal-kapal laut pun menetap di pelabuhan, memutus jalur transportasi laut dari daratan Yunani ke pulau-pulau sekitarnya. Pemandu lalu lintas udara juga ikut mogok, sehingga beberapa penerbangan terpaksa batal.
Sekolah-sekolah negeri serta rumah sakit juga tutup sementara.
Yunani menerima tiga paket bailout sejak 2010. Mereka menghindari kondisi bangkrut total dengan bantuan Dana Moneter Internasional, Uni Eropa dan Bank Sentral Eropa yang meminjamkan dana sebanyak EUR 260 miliar.
Kesepakatan itu disertai beberapa syarat seperti reformasi ekonomi yang harus diterapkan selama masa pinjaman, yang diharapkan berakhir Agustus depan.
Syarat-syarat itu antara lain peningkatan pajak, reformasi struktural serta pemotongan dana pensiun.