Muhammad Abdullah Azzam
29 Agustus 2020•Update: 30 Agustus 2020
Erbil Basay, Cuneyt Karadag
BERLIN
Kanselir Jerman Angela Merkel pada Jumat menegaskan kembali seruannya untuk dialog kepada Turki dan Yunani mengenai eksplorasi energi di Mediterania Timur.
“Saya berusaha mengurangi ketegangan. Kadang-kadang ini hanya mungkin dengan kedua belah pihak berbicara berulang kali,” kata Merkel dalam sebuah pidato.
“Pembahasan pembagian zona ekonomi hanya bisa dilakukan bersama-sama. Jerman sedang berusaha untuk ini,” tambah dia.
"Sebagai negara anggota Uni Eropa (UE), kita semua memiliki kewajiban untuk menganggap serius hak teman Yunani kita dan mendukung mereka di tempat yang benar."
Merkel mengatakan dirinya juga membahas hubungan dengan Turki "secara intens" dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
“Hubungan ini terdiri dari banyak aspek. Turki adalah sekutu NATO. Sengketa ini terjadi antara dua anggota NATO. Untuk itu, hal-hal di dalam aliansi ini perlu diperjelas,” imbuh dia.
Covid-19 dan masa-masa sulit
Mengenai pandemi, kanselir mengatakan beberapa bulan mendatang akan lebih sulit daripada hari ini dalam hal hidup bersama dengan Covid-19.
"Kami mempekirakan sesuatu akan menjadi lebih sulit dalam beberapa bulan mendatang daripada pada musim panas," kata Merkel.
Dia menambahkan Jerman bekerja keras untuk menjaga sistem perawatan kesehatan dan ekonomi sejak awal pandemi.
Merkel mengatakan pemerintahnya akan menanggapi tantangan baru dengan menjaga ekonomi tetap hidup dan mengembangkan solidaritas sosial.