Muhammad Abdullah Azzam
29 Agustus 2020•Update: 30 Agustus 2020
Ali Murat Alhas
ANKARA
Menteri luar negeri dan menteri pertahanan Turki pada Jumat bertemu secara terpisah dengan Khaled al-Mishri, kepala Dewan Tinggi Negara Libya.
Dalam sebuah pernyataan, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengatakan kedua pihak membahas kerja sama Turki dengan saudara Libya, yang katanya tumbuh semakin kuat setiap hari.
Menekankan kedua negara bertekad untuk mempercepat proyek ekonomi dan komersial bersama, dia menambahkan bahwa Turki akan terus mendukung proses politik di Libya.
Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Pertahanan Nasional Turki mengatakan Menhan Hulusi Akar juga membahas perkembangan terbaru di Libya dengan Al-Mishri.
Pada November 2019, Turki dan Libya menandatangani pakta tentang kerja sama keamanan dan perbatasan laut.
Jumat lalu, Libya mengumumkan gencatan senjata dan memerintahkan militer untuk menghentikan semua operasi militer, menetapkan bahwa wilayah Sirte dan al-Jufra harus didemiliterisasi, dan menyerukan pemilu pada Maret mendatang.
Pada Kamis, tentara Libya mengatakan milisi pro-Khalifa Haftar telah melanggar gencatan senjata.
Menyusul penggulingan mendiang penguasa Muammar Gaddafi pada 2011, pemerintahan baru Libya didirikan pada 2015 di bawah kesepakatan politik yang dipimpin PBB.
Pemerintah Libya yang diakui secara internasional telah diserang oleh pasukan panglima perang Haftar sejak April 2019, dengan lebih dari 1.000 tewas dalam insiden kekerasan.
Dengan dukungan Turki, pemerintah Libya baru-baru ini membalikkan keadaan melawan pasukan Haftar, sambil menekankan bahwa tidak ada solusi militer untuk Libya.