Maria Elisa Hospita
06 Desember 2018•Update: 06 Desember 2018
Ayhan Şimşek
BERLIN
Komisioner hak asasi manusia Jerman Baerbel Kofler mengkritik China atas kebijakan represifnya terhadap Muslim Uighur di daerah otonom Xinjiang.
"Saya terkejut dengan laporan perlakuan pemerintah China terhadap etnis minoritas Uighur, di mana lebih dari satu juta di antaranya diperkirakan dipenjarakan di kamp pengasingan di Xinjiang," kata dia dalam sebuah pernyataan, jelang pertemuan Dialog HAM Jerman-China, Kamis.
“Sayangnya, permintaan kunjungan saya ke Xinjiang untuk berdialog ditolak, padahal saya ingin mengetahui situasi terkini di sana. Saya akan terus mengupayakan izin untuk mengunjungi Xinjiang," jelas Kofler.
Pekan ini, Kofler mengunjungi China untuk menghadiri pertemuan Dialog Tahunan Hak Asasi Manusia Jerman-China.
Setelah berunding di Beijing, dia akan melakukan perjalanan ke Lhasa, Tibet, untuk memimpin pertemuan pada 6-7 Desember.
Wilayah Xinjiang adalah rumah bagi sekitar 10 juta warga Uighur. Mereka sejak lama menuding otoritas China melakukan diskriminasi budaya, agama, dan ekonomi.
Dalam dua tahun terakhir, China memperketat pembatasannya di kawasan itu. Pembatasan itu termasuk melarang laki-laki berjenggot dan perempuan memakai jilbab.
Sebanyak satu juta orang, atau sekitar tujuh persen dari populasi Muslim di Xinjiang, saat ini dikurung dalam jaringan "pendidikan ulang politik" di kamp-kamp.