Dunia

Jerman desak warganya tinggalkan Iran setelah negara-negara Eropa terapkan sanksi "snapback" pada Teheran

Kementerian Luar Negeri Jerman memperingatkan kemungkinan 'tindakan balasan' Iran terhadap kepentingan Jerman

29.08.2025 - Update : 29.08.2025
Jerman desak warganya tinggalkan Iran setelah negara-negara Eropa terapkan sanksi "snapback" pada Teheran

BERLIN

Jerman pada Jumat menyerukan kepada warganya untuk meninggalkan Iran, kurang dari sehari setelah Inggris, Prancis, dan Jerman memberlakukan sanksi "snapback" terhadap Teheran terkait program nuklirnya.

"Warga negara Jerman didesak untuk meninggalkan Iran. Pada 28 Agustus, Inggris Raya, Prancis, dan Jerman memutuskan untuk mengaktifkan apa yang disebut mekanisme snapback akibat pelanggaran berulang dan meluas yang dilakukan Iran terhadap Perjanjian Tenaga Nuklir Komprehensif Bersama (JCPoA)," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri di situs Kemlu Jerman.

"Karena pejabat pemerintah Iran telah berulang kali mengancam akan memberikan konsekuensi di masa lalu, tidak dapat dikesampingkan kemungkinan bahwa kepentingan dan warga negara Jerman akan terpengaruh oleh tindakan balasan di Iran," tambahnya.

Kedutaan Besar Jerman di Teheran "saat ini hanya mampu memberikan bantuan konsuler terbatas," menurut Kementerian Jerman itu.

Kelompok negara E3 -- Inggris Raya, Prancis, dan Jerman -- pada Kamis meluncurkan mekanisme untuk menerapkan kembali sanksi PBB dalam perselisihan mereka dengan Iran mengenai program nuklirnya.

"Sebagai akibat dari tindakan Iran, dan sesuai dengan paragraf 11 Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 2231 (2015), Prancis, Jerman, dan Inggris hari ini memutuskan untuk memberi tahu Dewan Keamanan PBB bahwa kami yakin Iran telah melakukan wanprestasi yang signifikan atas komitmennya di bawah JCPoA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama), sehingga menggunakan mekanisme 'snapback'," kata ketiga negara tersebut dalam pernyataan bersama.

Pemberitahuan ini memulai proses pemulihan yang ditetapkan dalam Resolusi 2231. Pemberitahuan ini membuka periode 30 hari sebelum kemungkinan penerapan kembali resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang sebelumnya telah dihentikan.

Perjanjian nuklir Iran bertujuan untuk mencegah Teheran membangun bom nuklir. Dokumen tersebut secara khusus mengatur verifikasi independen program nuklir Iran dan menetapkan batasan kuantitas dan pengayaan uranium.

Ketegangan meningkat pada bulan Juni ketika Israel melancarkan serangan mendadak ke Teheran pada 13 Juni, yang menargetkan fasilitas militer, nuklir, dan sipil, serta komandan senior dan ilmuwan nuklir.

Iran membalas dengan serangan rudal dan pesawat tak berawak, sementara AS mengebom tiga fasilitas nuklir Iran. Konflik 12 hari tersebut berakhir dengan gencatan senjata yang ditengahi AS pada 24 Juni.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın