Rhany Chairunissa Rufinaldo
08 Mei 2019•Update: 08 Mei 2019
Ayhan Simsek
BERLIN
Jerman mengumumkan dukungan bagi upaya yang dipimpin PBB untuk mencapai gencatan senjata di Libya selama bulan suci Ramadhan.
Pengumuman itu disampaikan setelah Kanselir Angela Merkel bertemu Fayez al-Sarraj, pemimpin pemerintah Libya yang diakui PBB, di Berlin.
"Kanselir telah menyerukan agar kembali ke proses politik di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata juru bicara Merkel, Steffen Seibert, dalam sebuah pernyataan.
"Dia menyambut usulan utusan khusus PBB untuk gencatan senjata di Libya selama Ramadhan," tambah Seibert.
Al-Sarraj, yang memimpin Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB, mengunjungi Berlin sebagai bagian dari tur diplomatik ke ibu kota negara-negara Eropa untuk mencari dukungan.
Sejak awal April, Komandan Khalifa Haftar, yang berafiliasi dengan pemerintah saingan yang berbasis di timur negara itu, meluncurkan operasi militer dengan tujuan untuk mengepung Tripoli, di mana GNA berkantor pusat.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), selama enam minggu terakhir, setidaknya 392 orang tewas, sementara 2.000 lainnya terluka.
Libya dilanda gejolak sejak Muammar Khaddafi digulingkan dan terbunuh dalam pemberontakan yang didukung NATO pada 2011.
Sejak itu, perpecahan politik Libya menghasilkan dua kursi kekuasaan saingan - satu di Al-Bayda dan satu lagi di Tripoli - bersama dengan sejumlah kelompok milisi bersenjata berat.