Riyaz ul Khaliq
07 April 2025•Update: 08 April 2025
ISTANBUL
Jepang "tidak melakukan sesuatu yang tidak adil," kata Perdana Menteri Shigeru Ishiba pada hari Senin, mengacu pada tarif tambahan sebesar 24% yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump.
Namun, Ishiba menegaskan kembali kesediaannya untuk bertemu dengan Presiden AS Donald Trump guna menyelesaikan masalah tarif yang telah mendatangkan malapetaka di pasar Asia.
"Kita harus menyampaikan rencana tentang apa yang akan kita lakukan," kata Ishiba kepada para anggota parlemen, Kyodo News melaporkan.
Jepang telah membantu menciptakan lapangan kerja di AS melalui investasi, kata Ishiba, seraya mencatat: "Kita harus dengan jelas menekankan bahwa Jepang tidak melakukan sesuatu yang tidak adil."
Ia tampaknya mengacu pada pernyataan berulang Trump bahwa sekutu AS telah memperlakukan Washington "tidak adil" sebagaimana terlihat dari defisit perdagangan yang besar.
Jepang merupakan mitra dagang utama AS tetapi Trump mengenakan tarif tambahan sebesar 24% atas impor dari negara Asia Timur tersebut, lebih tinggi dari tarif 10% yang telah berlaku.
Ishiba juga telah berupaya untuk melakukan panggilan telepon dengan Trump guna membahas tarif.
Namun, perdana menteri Jepang juga "berhati-hati" tentang segala tindakan balasan terhadap tarif AS.
Partai-partai yang berkuasa juga mempertimbangkan untuk menyusun anggaran tambahan guna mengurangi dampak dari tarif AS.
Pemerintahan Trump memberlakukan tarif tambahan pada sekutu dan pesaing, dengan para pejabat AS mengklaim lebih dari 50 negara telah menghubungi Washington untuk merundingkan kesepakatan perdagangan.