Maria Elisa Hospita
21 Januari 2019•Update: 22 Januari 2019
Hale Turkes
ANKARA
Gubernur Bank Sentral Iran (CBI) mengatakan bahwa Jepang telah melanjutkan impor minyak dari Iran.
Menurut kantor berita IRNA, Abdol Naser Hemmati mengkonfirmasi via akun Instagram-nya bahwa menyusul China, Korea Selatan, India, dan Turki, Jepang juga mulai mengimpor minyak Iran lagi.
Jepang adalah salah satu dari delapan negara yang diberi keringanan sanksi oleh Amerika Serikat pada November 2018.
AS memberikan keringanan bagi Cina, India, Yunani, Italia, Taiwan, Turki, dan Korea Selatan, dengan membiarkan mereka terus membeli minyak dari Iran untuk sementara waktu, setelah Washington menerapkan sanksi terhadap energi, perbankan dan industri perkapalan Iran.
Mei lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan penarikan negara itu dari perjanjian nuklir 2015 antara kekuatan-kekuatan dunia dan Iran, dan penerapan kembali sanksi terhadap negara tersebut.
Menyusul keluarnya AS dari kesepakatan nuklir, - yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) - fase pertama sanksi terhadap Iran menghantam sektor otomotif, perbankan, dan pertambangan pada bulan Agustus.
Sanksi putaran kedua, yang menargetkan sektor energi, pembuatan kapal, sektor keuangan, mulai berlaku pada 5 November tahun lalu.
India, Korea Selatan, dan Jepang adalah tiga pelanggan utama minyak mentah Iran di Asia.