Rhany Chairunissa Rufinaldo
13 Desember 2018•Update: 13 Desember 2018
Yusuf Ozcan
PARIS
Seorang jaksa Prancis pada Rabu mengatakan bahwa serangan bersenjata di Strasbourg adalah tindakan terorisme.
"Sekali lagi, terorisme telah menyerang wilayah kami, di Strasbourg," Remy Heitz mengatakan pada konferensi pers mengenai insiden itu dan menambahkan bahwa ancaman teror masih tetap ada.
Jaksa itu mengungkapkan bahwa penyerangnya adalah Cherif C (29), yang memiliki total 27 catatan kriminal di Prancis, Jerman dan Swiss atas kasus pencurian dan perkosaan.
Dia menekankan bahwa pelaku berlaku radikal di penjara dan berada dalam daftar pantauan Polisi Prancis yang disebut "Fiche S," yang digunakan untuk menandai seseorang yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.
Heitz meyakinkan bahwa perburuan terhadap pelaku sedang berlangsung dan menambahkan bahwa pelaku ditembak di bagian lengan sebelum dia melarikan diri.
Dia menuturkan bahwa dua orang tewas dan satu orang dalam keadaan koma, sementara 12 orang lainnya terluka.
Selain itu, sang jaksa mengatakan bahwa empat saudara dari orang-orang bersenjata itu ditahan dan Kantor Kejaksaan Paris telah meluncurkan penyelidikan atas masalah ini.
Benjamin Griveaux, seorang juru bicara pemerintah, mengatakan setelah pertemuan kabinet bahwa Presiden Emmanuel Macron memilih untuk tidak membuat pernyataan saat operasi masih berlangsung.
Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner sebelumnya mengumumkan bahwa rencana aksi anti-teror dinaikkan statusnya menjadi Darurat Serangan, yang kemudian disetujui oleh Istana Elysee pada 2016.
Darurat Serangan dapat diaktifkan ketika serangan semakin dekat atau segera setelah serangan terjadi.
Sistem ini memungkinkan penutupan jalan raya, kendaraan umum, dan sekolah-sekolah.
Pada Selasa malam, seorang pria bersenjata menembaki pasar Natal di alun-alun Place Kleber sebelum meninggalkan tempat kejadian.
Polisi Prancis menyatakan bahwa pasukan keamanan telah menyerbu rumah pelaku namun gagal menemukannya.
* Ali Murat Alhas berkontribusi pada berita ini dari Ankara