Maria Elisa Hospita
21 Januari 2019•Update: 21 Januari 2019
Senhan Bolelli
MADRID
Menteri pertahanan Italia mengkritik Uni Eropa setelah 170 migran yang menumpang dua perahu dikhawatirkan mati tenggelam di Laut Tengah.
"UE tidak bisa lagi tinggal diam menyaksikan semua ini," cuit Elisabetta Trenta, pada Sabtu malam.
Salah satu kapal terbalik di Libya, sementara yang lainnya hilang di dekat Maroko.
Badan pengungsi PBB menyatakan "sangat sedih" atas insiden itu, dan menambahkan bahwa mereka belum memverifikasi jumlah korban jiwa.
Kepala Senat Italia Maria Elisabetta Casellati mengatakan bahwa mereka tak ingin banyak orang tak berdosa meninggal dunia. "Laut Tengah seharusnya menjadi lautan perdamaian, bukan kuburan massal," kata dia.
Presiden Italia Sergio Mattarella juga menyatakan "kesedihan yang amat mendalam atas tragedi yang terjadi di Laut Tengah".
Pada Sabtu, badan amal Sea Watch mengatakan pihaknya telah menyelamatkan sekitar 47 orang - termasuk delapan anak di bawah umur - dari perahu karet di Libya.
Selama misa Minggu, Paus Fransiskus turut menyatakan dukacita dan mengajak para jemaat untuk mendoakan para korban yang tenggelam.
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) memperkirakan bahwa tahun lalu lebih dari 2.200 migran tewas atau hilang saat mencoba menyeberangi Laut Tengah.